Tuesday, August 8, 2017

DAPAT HADIAH ULANGTAHUN LIBURAN GRATIS KE BALI

“LIBURAN ASYIK DI DESA WISATA UBUD BALI, INDONESIA”
-       RENATA ANANDA FEBRIZA –

Hey, Aku RENATA ANANDA FEBRIZA. Sebelumnya aku mau kasih tahu kalau aku adalah pemenang dari event MOBILEQ ID by Pesona Indonesia, yang menjadi perwakilan untuk destinasi desa wisata Ubud, Bali Indonesia. By the way alasan aku memilih desa wisata Ubud, Bali sebagai destinasi ialah karena aku memiliki ketertarikan yang begitu tinggi untuk merasakan suasana pedesaan dan menjelajah secara langsung salah satu tempat wisata yang sudah tidak asing lagi bagi penduduk lokal, wisatawan domestic maupun mancanegara. Desa wisata Ubud Bali merupakan sebuah tempat peristirahatan yang bernuansa alam dengan suasana yang tenang dan asri sehingga menyenangkan hati dan aku bisa mendapatkan informasi. Cerita ini dimulai dari apa yang aku persiapkan untuk liburan kali ini, persiapan yang aku lakukan seperti mempersiapkan beberapa pakaian, keperluan mandi, keperluan kamera dan yang paling penting adalah fisik.

Jakarta-Bali, 2-agustus-2017
Keberangkatanku dimulai pada pukul 05:00 pagi dari rumah menuju bandara internasional Soekarno-Hatta. Setelah check-in aku menuju ruang tunggu keberangkatan, tidak lama kemudian petugas memberikan informasi untuk segera boarding.



Pesawat akan takeoff di jam 07:30 WIB, flight dari Jakarta menuju Bali ditempuh dalam waktu 1 jam 50 menit, Jakarta – Bali memiliki perbedaan waktu sehingga saat landing di Bali sudah jam 10:30 WITA.



Keluar dari gedung kedatangan bandara I Gusti Ngurah Rai aku langsung disambut dengan senyum ramah dari pak Made, beliau adalah supir yang akan mengantarkanku menuju desa wisata Ubud Bali, tapi sebelum menuju desa wisata Ubud Bali aku terlebih dahulu menemui kak Sanie di salah satu hotel didaerah Kuta. Aku menunggu kak Sanie untuk melakukan briefing.




Setelah melakukan briefing dengan kak Sanie, beliau mempersilahkan aku untuk menuju homestay didaerah desa wisata Ubud Bali bersama pak Made. Perjalanan dari Kuta menuju desa wisata Ubud Bali seharusnya ditempuh dalam waktu 2 jam, tapi karena mengalami macet kami menghabiskan waktu selama 3,5 jam perjalanan.

Desa Wisata Ubud-Bali, Indonesia // 2-agustus-2017

Sesampainya di homestay, aku disambut dengan ibu pemilik homestay yang sangat ramah. Ibu ini membantu aku untuk membawa koper dan menunjukkan kamar untukku, setelah menunjukan kamar. Ibu pemilik homestay langsung menawarkan aku teh manis.



Suasana di dalam homestay yang aku tempati memiliki keadaan kamar yang begitu bersih, wangi dan rapi. Sehingga momentum yang tenang serta jauh dari kebisingan itu jelas membuatku betah untuk tinggal disini.



Suasana yang aku dapatkan di homestay ini adalah sejuk, damai dan tenang jauh dari hiruk-pikuk dan kebisingan ibu kota. Mata pun begitu dimanjakan dengan hijaunya dedaunan dari pohon-pohon yang ada. Saat sampai didesa wisata Ubud, bali sedang hujan rintik-rintik membuat suasana sangat dingin dan sejuk.





Sembari menunggu partner-ku datang, aku berbenah diri. Karena selama menjalankan misi wisata di desa wisata Ubud, Bali ini aku ditemani oleh seorang patner yang berasal dari Bali. Waktu beranjak agak sore, tapi hujan tak kunjung berhenti akan tetapi partner yang aku nanti sudah hadir disini sehingga kami memutuskan untuk berjalan-jalan disekitaran jalan Ubud, suasana sangat ramai dan macet yang aku sukai dari tempat ini adalah walaupun rame tapi tak ada kebisingan yang memekakkan telinga. Karena aku ingin meng-explore disekitar Ubud aku memutuskan jalan kaki, tapi berjalan kaki sejauh apapun tidak terasa melelahkan aku sangat enjoy disini sembari menikmati waktu sore.



Tempat pertama yang aku kunjungi adalah salah satu Pura namanya museum Pura Lukisan. Museum Pura Lukisan merupakan sebuah museum seni rupa pertama yang dikelola oleh swasta, di Bali. Diprakasai oleh Cokorda Gede Agung Sukawati, I Gusti Nyoman Lempad serta seniman asing yang menetap di Ubud, Rudolf Bonnet. Berdiri pada 31 Januari 1956 dibawah naungan yayasan Ratna Warta, dan dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Yamin. Dimuseum ini dapat dinikmati perkembangan seni rupa di Ubud, baik seni lukis maupun seni pahat.



Tempatnya sangat strategis untuk mendapatkan view dan angle dari foto-foto yang bagus. Lalu, di Ubud ini banyak sekali Pura-Pura tapi yang sangat menarik perhatian aku dan patner-ku adalah PURA WATER PALACE – PURA SARASWATI TEMPLE, ini adalah Pura yang dikelilingi air dengan bunga teratai ditengah-tengahnya.




Ubud memiliki pemandangan yang sangat memanjakan mata, aku dapat menemukan ketenangan dengan melihat sawah-sawah yang terbentang luas. Perjalananku sangat terasa tenang karena melewati persawahan sejuk dan damai. Sungguh pengalaman yang luar biasa bisa explore tempat wisata yang menentramkan jiwa.






Senja beranjak pergi dengan disambut malam yang diterangi bintang yang kembali hadir menghampiri setelah puas berkeliling-keliling ke beberapa tempat dan Pura aku dan patner ku memutuskan untuk menonton pertujukkan tari di salah satu Pura. Nama tariannya adalah tarian Ramayana menceritakan tentang usaha Rama untuk menyelamatkan shinta yang diculik Rahwana. Pertujukan yang sangat bagus, terpana dan mataku tak lepas tiap gerakan yang bermakna disampaikan oleh penarinya. Pertunjukkan yang berlangsung sekitar 1 jam mampu membuatku berdecak kagum. Tak melewatkan kesempatan juga untuk berfoto bersama penari yang sangat cantik.




Waktu sudah sangat malam, setelah makan malam aku dan patner memustukan untuk kembali ke homestay beristirahat untuk melanjutkan wisata kami esok hari.

Ubud-Bali, Indonesia // 3-agustus-2017
Fajar menyambut hari yang sangat kutunggu, pagi ini cuaca di desa wisata Ubud, Bali sangat bersahabat. Suara burung-burung berkicau merdu, senyum dari ibu pemilik homestay menyempurnakan pagiku ini, sembari menyiapkan sarapan ibu ini mempersilahkan aku dan patner untuk sarapan terlebih dahulu. Setelah sarapan aku bergegas untuk pergi, agenda kami hari ini adalah tracking sejauh kurang lebih 5km di desa wisata Tarukan Ubud Gianyar Bali. Perjalanan dari homestay menuju desa Mas Tarukan Ubud Bali kami tempuh menggunakan sepeda motor sejauh 15km atau sekitar 40menit. Pagi yang sangat indah aku melewati setiap perjalanan dengan perasaan yang menyenangkan. Sesampainya di desa Tarukan Ubud Bali kami disambut oleh pak Wayan yang akan menjadi tour guide kami selama di desa Mas Tarukan.



Agenda pertama adalah tracking, tracking yang aku lakukan akan berjarak sekitar 5km dan tempat pertama yang aku kunjungi adalah Pura terbesar yang berada didesa itu. Namanya adalah Pura Taman Pule Mas. Kagum melihat bangunan yang indah dengan ukiran-ukiran yang cantik.




Di Pura Taman Pule Mas kami diajak berkeliling untuk melihat-melihat serta menyaksikan umat Hindu sembahyang. Disini aku belajar tentang toleransi bagaimana aku sangat menghargai perbedaan agama. Sungguh indah perbedaan yang Tuhan ciptakan sehingga aku belajar untuk menghargai, aku muslim tapi aku sangat menghargai perbedaan yang ada. Suasana keagamaan dan budaya sangat kental ketika berada didalam Pura ini pak Wayan sangat ramah dan antusias menjelaskan detail-detail tempat wisata yang beliau kelola.



Aku pun diajak melihat kolam air suci yang berada di belakang pura, arti dari air suci adalah merupakan sarana persembahyangan untuk mensucikan diri. Selain jalan-jalan disini aku pun banyak belajar tentang detail-detail Pura.







Puas berkeliling-keliling pura, disini start aku untuk tracking. Pak Wayan mengajak aku berjalan kaki menyusuri persawahan. Suasana yang tenang, suara jangkrik, air mengalir, burung berkicau menyatu menjadi suatu melodi alam yang meneduhkan hati. Pak Wayan banyak bercerita kalau kawasan desa Mas Tarukan Ubud Bali ini sudah mulai banyak pembangunan, benar saja ada beberapa kawasan yang kulihat sudah berdiri banyak bangunan villa yang megah. Ketika suatu daerah mengalami kemajuan pasti ada kemunduran yang terjadi pak Wayan mengkhawatirkan hilangnya suasana asri dan damai ini kalau pembangunan akan mulai gencar. Semoga ketika pembangunan mulai gencar bisa di atasi dengan baik sehingga suasana asri ini tak hilang begitu saja.




                                                                                                                  
Sekitar 2,5km ku lalui, sampailah pada point kedua yaitu musem topeng. Museum topeng ini terdapat 6 rumah yang memiliki koleksi-koleksi topeng yang sangat banyak. Pemilik dari museum topeng ini sudah lama mengkoleksi topeng-topeng dan masih mencari topeng lagi sampai sekarang. Aku didampingi oleh petugas untuk melihat macam-macam koleksi topeng yang berada disini.







Perjalanan dilanjutkan menyusuri desa Mas Tarukan Ubud Bali ini, penduduk yang ramah dan penuh senyuman membuat aku betah berada disini aku seperti dekat dengan masyakarat sekitar. Tak terasa perjalananku sampai didestinasi terakhir yaitu rumah adiknya pak Wayan, yaitu pak Made oiya sebelum sampai dirumah pak Made aku sudah makan siang terlebih dahulu. Rumah pak Made sangat luas disini ada museum ukiran, homestay dan lingkungan rumah pak Made.



Disini aku tertarik untuk berlajar tari daerah Bali karena aku sebenernya dulu penari dari daerah lain tapi aku tertarik belajar menari dari Bali apalagi gerakkan mata itu dan patnerku belajar memahat, keahlian masyarakat Ubud ini sudah turun temurun dan aku sangat salut karena masih sangat dipertahankan. Sayang kami melewati capture moment saat aku belajar menari karena aku terlalu asyik menyerap ilmu ini. Setelah menari aku diajak untuk berkeliling melihat rumah adat bali, sekali lagi aku sangat terpana melihat keindahan ini semua.



Sore menuju malam menghampiri, aku bergegas pulang sebelumnya aku berterimakasih kepada pak Wayan dan pak Made atas semua yang telah diberikan. Aku sangat antusias melihat pak Wayan menyampaikan setiap detailnya, pak Wayan orang yang humoris juga sehingga perjalanan yang kami lalui tidak terasa melelahkan. Hari yang sangat menyenangkan karena ku dapati banyak pengalaman yang tak bisa kutemui diperkotaan yang padat.

UBUD Bali – JAKARTA , 4-agustus-2017

            Hari terakhirku di desa wisata Ubud, Bali. Ahh cepat sekali liburan yang sangat menarik ini. Sebelum check out dari homestay aku dan patner serta kak sanie menyempatkan untuk berfoto

.



            Setelah sarapan aku dan kak sanie bergegas merapikan koper kami dan langsung check out dari homestay. Kami masing-masing berpisah di bandara I Gusti Ngurah Rai untuk melanjutkan kegiatan di Jakarta terutama aku sendiri.
Liburan yang sangat menyenangkan, buatku travelling mengukur sampai dimana kemampuanku. Aku mampu belajar mandiri dan prepare atas diriku sendiri. Travelling ke desa wisata ini menjadi wadah untuk aku explore dan menggali segala informasi yang ada di sini. Bertemu dengan penduduk lokal yang sangat ramah dan tak segan bertegur sapa, melempar senyum yang indah. Aku mendapat kado momen yang tak terlupakan untuk ulangtahunku kali ini. Terimakasih untuk semuanya terutama kak Sanie dan kak Nanda, terimakasih untuk perkenalan yang baik, pertemanan yang menyenangkan dan liburan yang tak terlupakan.
Travelling kali ini membuatku mengenal dan belajar bermacam-macam tipe manusia, aku dapat menikmati keindahan desa wisata yang tuhan ciptakan menghargai setiap perbedaan yang membuat semuanya menjadi lebih indah lewat perbedaan itu sendiri. Travelling bukan hanya sekedar jalan-jalan dan foto tapi aku mendapat pelajaran dan informasi disetiap bangunan yang berdiri kokoh, sifat manusia, dan kebiasaannya.
Dan kali ini desa wisata Ubud Bali menarik perhatianku tentang budaya dan agama, kesenian yang dibuat serta terus dilestarikan. Suasana yang damai dan tenang yang tidak bisa lagi kutemui diperkotaan yang padat. Jika ditanya “Apakah aku ingin kembali lagi ke desa wisata?” jawabannya adalah YA dan aku lebih ingin mengexplore yang ada di sana. Waktu dua hari terlalu cepat ku lalui, sehingga masih banyak yg perlu aku explore. Bisa mendatangi desa wisata Ubud Bali menjadi hadiah ulangtahunku yang sangat menyenangkan, momen yang berlalu tidak dapat dibayar dengan uang. Jika ada kesempatan untuk aku bisa explore desa wisata lainnya di Indonesia aku akan menjadi orang yang sangat antusias tentang ini.
Terimakasih MOBILEQ_ID DAN PESONA INDONESIA berhasil wujuddin mimpi di ulangtahun aku yang ngga biasa ini. Semua yang aku lalui selama di Bali pasti menjadi cerita terbaik di hidupku.

TONTON VIDEONYA DI SINI YA https://youtu.be/SA_q-0zzkzQ

By, Renata Ananda Febriza
(Pemenang Desa Wisata Ubud, Bali)